4 Cara Mengenali Jebakan Diet

Diet / August 9, 2019 / Panduan Diet

Sebenarnya seperti apa sih jebakan dari diet? Dan bagaimana cara mengenali jebakan diet yang kerap kali mengganggu program penurunan berat badan?

Data dari Centers for Disease Control and Prevention menunjukkan bahwa sekitar 65% dari penduduk Amerika usia dewasa mengalami kelebihan berat badan. Jadi, tidak heran jika Amerika menjadi pasar potensial bagi berbagai macam diet seperti diet Atkins yang membuat kita mengkonsumsi lemak dalam jumlah tinggi, diet Zone yang meningkatkan asupan protein dan membatasi karbohidrat, ataupun diet golongan darah, cabbage soup diet, warrior diet, dan masih banyak lagi fad diet lainnya, yang ternyata hasilnya kurang efektif.

Nah, agar kamu tidak membuang-buang waktu dan biaya untuk diet yang hasilnya tidak akan bertahan lama, dan bahkan mungkin merugikan kesehatan , waspadai 4 hal jebakan diet berikut.

1. Anjuran Diet yang Menyesatkan

Hati-hati terhadap seorang “ahli diet” yang mengaku memahami ilmu gizi tetapi memiliki pandangan seputar penurunan berat badan dengan cara yang salah sehingga kamu menjadi salah arah.

Banyak yang mengaku sebagai ahli diet, namun tujuannya hanya bersifat komersial dan apa yang mereka sarankan tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Padahal untuk menentukan satu metode diet itu efektif, dibutuhkan hasil penelitian yang akurat.

2. Jebakan Diet yang Paling Umum, Tidak Menghitung Kalori

Waspadalah terhadap setiap metode diet yang mengklaim bahwa kunci penurunan berat badan bukannya terletak pada pengendalikan asupan kalori tetapi lebih kepada pengaturan hormon atau zat kimia tubuh, seperti insulin atau eicosanoid (zat mirip hormon yang terlibat dalam berbagai proses tubuh, terutama produksi dan pencegahan peradangan).

Meskipun berbagai hormon dan zat kimia dalam tubuh memang ikut andil dalam pengaturan berat badan, namun intinya adalah bahwa naiknya berat badan terjadi jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dari yang digunakan.

Jika seseorang berhasil turun berat badan karena menerapkan diet-diet di atas, itu karena si pelaku diet menurunkan asupan kalorinya. Misalnya, saat menerapkan Zone diet, yang menyebabkan penurunan berat badan bukan karena kombinasi protein dan karbohidratnya tapi karena diet tersebut membuat pelakunya hanya bisa mengasup 1.100 kalori per hari, yang dapat menyebabkan penurunan berat badan sekitar ½ – 1 kg dalam seminggu.

Tetapi, penurunan berat badan ini lebih banyak karena berkurangnya air dalam tubuh yang justru berbahaya bagi tubuh.

3. Jangan Terpengaruh Iklan

Iklan untuk diet umumnya menawarkan harga yang menarik dengan segala janji untuk meyakinkan dan memikat calon pelanggannya. Iklan-iklan tersebut memberikan testimonial dari orang-orang yang telah berhasil menurunkan berat badannya, tanpa menyebutkan bahwa hasil itu hanya berlangsung sementara. Percayalah, itu adalah salah satu jebakan diet.

4. Jaminan Turun Berat Badan dengan Cepat

Banyak pula iklan-iklan diet yang memberikan jaminan turun berat badan dengan cepat. Kecenderungan tubuh untuk menambah berat badan tidak akan hilang begitu saja setelah beberapa minggu hanya makan buah atau daging saja. Diet seperti itu sangat tidak seimbang dan justru dapat merugikan kesehatan. Diet tinggi protein yang ekstrim ditambah pembatasan karbohidrat besar-besaran dapat memicu kekurangan vitamin, penurunan kepadatan tulang, dan masalah kesehatan lainnya.

Lantas, apa yang harus kamu lakukan sekarang? Pelajarilah metode yang benar dan sehat untuk menurunkan berat badan. Ketahui bagaimana cara mengatur pola makan dengan baik, meskipun tantangan yang kamu temui setiap hari bukanlah sesuatu yang mudah, seperti mengendalikan nafsu makan, menyeimbangkan antara mengkonsumsi makanan dan kesehatan, mengkonsumsi dan menyimpan makanan sehat, mencegah stres agar tidak makan berlebihan, dan meningkatkan aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila mempertimbangkan untuk menerapkan program baru dalam diet, pastikan kamu terbebas dari ke-4 jebakan diet hal di atas. Perlu diingat bahwa program penurunan berat badan yang tidak melibatkan aktivitas fisik (olahraga) adalah tidak baik. Tanyakan pada diri sendiri apakah kamu akan merasa nyaman dan percaya diri dengan pola makan ini seumur hidup. Jika tidak, diet itu tidak akan memberikan hasil yang maksimal bagi kamu.