Defisit Kalori Tidak Membawa Hasil Pada Dietmu?

Diet / June 24, 2019 / Panduan Diet

Apakah kamu sudah menjalani diet ketat dan melakukan defisit kalori, namun berat badan tak kunjung turun? Atau berat badan sempat turun tetapi kemudian naik lagi dengan cepat?

Sepertinya kamu perlu mengetahui fakta bahwa diet ketat dengan defisit kalori yang tajam memiliki tingkat kegagalan hingga 95%!

Defisit Kalori Ketat = Perangkap Diet

Apa yang lebih buruk dari penderitaan yang kamu alami melalui diet ketat yang membuatmu kelaparan dalam rangka menurunkan berat badan?

Bahkan penderitaanmu belum berhenti di situ. Setelah berhasil menurunkan berat badan melalui diet ketat tersebut, tak berapa lama kemudian berat badan akan naik kembali.

Itulah yang terjadi pada 95% dari pelaku diet yang membatasi asupan kalori atau defisit kalori secara drastis. Menurut Tufts-New England Medical Center, 21% dari mereka akan gagal dan berhenti berdiet dalam dua bulan pertama. Dan hampir setiap orang yang disurvei mengalami kenaikan berat badan kembali setelah mereka mengikuti diet dengan pembatasan kalori yang sangat ketat.

Mengapa Pembatasan Kalori Tidak Membawa Hasil?

Ketika Anda membatasi asupan kalori dengan ketat dalam diet, maka ini akan membuat tubuhmu kelaparan, metabolisme tubuh melambat serta membuatmukehilangan otot.

Ada beberapa alasan diet pembatasan kalori tidak membawa hasil.

Yang pertama adalah bahwa makan lebih sedikit akan membuatmu mudah merasa lapar. Kelaparan berkepanjangan adalah alasan utama penyebab makan berlebihan sehingga berat badan bisa akan naik lagi.

Selain itu, diet ini juga membuat kamu terobsesi pada makanan, sehingga meningkatkan risiko gangguan makan. Semakin diet itu bersifat membatasi , semakin besar kemungkinan kamu gagal.

Alasan kedua adalah karena ketika makanan dikurangi secara drastis, tubuh menghemat energi dan metabolisme pun melambat.

Ini adalah efek sebaliknya dari yang kita inginkan karena laju metabolisme yang lebih tinggi lebih banyak membakar lemak.

Alasan lain metabolisme melambat selama diet ketat akan menyebabkan otot hilang juga. Tubuh menggunakan jaringan otot untuk sumber energi ketika kalori yang masuk sangat kurang.

Bagaimana Solusi untuk Melakukan Defisit Kalori ini?

Untuk menurunkan berat badan, asupan kalori memang harus lebih kecil daripada kalori yang dipakai.

Namun, bukan berarti asupan kalori kamu dibatasi hingga kurang dari kebutuhan kalori basal.

Ada beberapa hal diet dapat dilakukan untuk menjamin keberhasilan diet dan menurunkan berat badan dengan cara yang sehat.

Pertama adalah untuk memastikan bahwa kamu sudah makan makanan yang bergizi. Makan berbagai macam makanan dan banyak protein dalam diet untuk membantu mempertahankan massa otot dan memperbaiki metabolisme dan fungsi tubuh.

Diet tinggi protein dan serat adalah cara yang sangat nyaman untuk membuat tubuhmu kenyang lebih lama tanpa kelaparan namun efektif untuk membantu menurunkan berat badan.

Namun masalahnya, asupan protein kita seringkali kurang dari yang dibutuhkan tubuh kita. Kurangnya protein ini juga akan menghambat diet.

Untuk itu, cukupilah asupan protein harian, salah satunya dengan konsumsi susu tinggi protein rendah lemak rendah gula yang sangat cocok untuk membantu program diet.

Latihan beban adalah cara berikutnya yang efektif untuk mempertahankan dan mengembangkan otot, sehingga memungkinkan tubuhmu untuk membakar lebih banyak lemak dan meningkatkan metabolisme.

Secara teratur kombinasikan latihan beban dan latihan kardio apapun kesukaanmu untuk hasil optimal.

Jadi untuk mendapatkan hasil diet yang optimal dan permanen, mulailah mengatur pola makan, tidak serta merta defisit kalori. Kemudian berolahragalah secara teratur. Semoga bermanfaat