Apakah Boleh Diet Saat Hamil?

Diet / March 25, 2019 / Panduan Diet

Pertanyaan diet saat hamil tersebut sangat sering ditemui, terutama yang bermasalah dengan berat badan. Jika sejak sebelum hamil si ibu sudah kelebihan berat badan, tentu ia tak mau berat badannya makin melonjak ketika hamil.

Bahkan, ibu hamil yang berbadan langsing pun tak ingin menjadi gemuk selama hamil karena takut berat badannya tidak bisa turun lagi setelah melahirkan nanti. Itulah sebabnya ketika hamil pun, para ibu ini berbondong-bondong untuk melakukan diet. Tapi sebenarnya apakah diet saat hamil itu diperbolehkan?

Faktanya, masa kehamilan justru merupakan masa di mana harus menambah berat badan. Menambah berat badan diperlukan untuk memberikan cadangan energi yang diperlukan selama kehamilan, karena calon ibu membawa si jabang bayi yang juga membutuhkan nutrisi untuk perkembangan janinnya.

Berapa Berat Badan Ideal Selama Kehamilan?

Penambahan berat badan tergantung dari tinggi badan dan berat badan calon ibu sebelum kehamilan. Secara umum penambahan berat badan yang diperlukan untuk ibu hamil antara 12-17 kg dari berat normal. Jika berat badan kurang sebelum kehamilan maka dianjurkan menambah berat badan antara 14-20 kg. Namun jika sudah memiliki berat badan berlebih sebelum kehamilan, dapat menambah berat badan antara 7-12 kg.

Kenapa sangat penting menambah berat badan saat hamil?

Menambah berat badan pada masa kehamilan diperlukan untuk menjaga perkembangan janin dalam kandungan. Calon ibu harus mencukupi kebutuhan nutrisi dirinya dan janin yang dikandungnya agar dapat tumbuh dengan sehat.

Berat badan yang kurang saat kehamilan dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan kurang yang juga dapat mempengaruhi perkembangan dan kecerdasan calon bayi.

Sebaliknya, jika Anda memiliki berat badan berlebih saat kehamilan, hal ini dapat meningkatkan risiko preeklampsia (keracunan kehamilan karena terjadi peningkatan tekanan darah), hipertensi, diabetes gestasional, dan dapat memicu komplikasi saat kelahiran.

Penyebab Bertambahnya Berat badan Pada Masa kehamilan

Bertambahnya berat badan saat kehamilan merupakan hal yang wajar dan dapat terjadi pada setiap orang. Bertambahnya berat badan saat kehamilan dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya

  • Bertambahnya Volume Darah
    Volume sel darah merah akan meningkat maksimal 30% pada usia kehamilan 30-32 minggu. Hingga mencapai usia 38-40 minggu, volume darah ini akan relatif stabil. Meningkatnya volume sel darah ini juga diiringi meningkatnya volume plasma hingga mencapai 40% atau sekitar 1,3 liter
  • Bayi Dalam Kandungan
    Ibu hamil akan mudah mengalami berat badan karena bayi yang dikandungnya. Bayi dalam kandungan memerlukan asupan nutrisi yang sama pentingnya dengan kebutuhan nutrisi sang ibu. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu akan diserap oleh bayi, sehingga pada saat tertentu sang Ibu akan merasakan keinginan untuk makan dan makan lebih banyak. Peningkatan nafsu makan inilah yang akhirnya dapat menyebabkan berat bertambah
  • Meningkatnya Jumlah Cairan Tubuh
    Selama masa kehamilan, komponen air dalam tubuh akan meningkat sekitar 6,5 liter dari jumlah normal tubuh. Dengan meningkatnya cairan tubuh maka meningkat pula volume cairan ketuban. Inilah yang menyebabkan berat badan bertambah selama kehamilan

Pengaturan Gizi Ibu Hamil

Selama masa kehamilan, calon ibu wajib menjaga asupan nutrisinya untuk menjaga kesehatan dan perkembangan janin yang dikandungnya. Berikut beberapa nutrisi penting yang baik dikonsumsi saat hamil.

  • Karbohidrat : Merupakan sumber enegi untuk proses tumbuh dan berkembang janin. Tubuh setidaknya membutuhkan 2300 kalori untuk menjaga tingkat energi Anda pada masa kehamilan. Anda bisa mendapatkan sumber kalori dari makanan di sekitar Anda seperti, nasi putih, nasi merah, sereal gandum, ubi, dan sebagainya.
  • Protein : Protein diperlukan untuk pembangunan sel-sel baru janin seperti mengatur hormon calon ibu dan juga janin. Protein juga menjadi struktur dasar bagi pembentukan organ-organ dalam tubuh. Maka dari itu, ibu hamil dianjurkan mengonsumsi extra protein sebanyak 12 gram protein sehari, yang bisa Anda dapatkan dari, dada ayam, susu kedelai, ataupun yogurt.
  • Kalsium : Untuk pembentukan tulang bayi yang lebih baik, calon ibu harus menjaga asupan kalsium hariannya. Kurangnya kalsium dalam tubuh akan membuat calon ibu berisiko terkena osteoporosis, karena janin dapat mengambil kebutuhan kalsium dari tulang ibu. Konsumsilah setidaknya 30 – 40 gram kalsium agar pertumbuhan tulang janin berkembang optimal. Susu, almond, dan yogurt adalah contoh makanan yang mengandung banyak kalsium yang baik untuk pertumbuhan janin Anda.
  • Asam Folat : Mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat selama masa kehamilan dapat menurunkan risiko kerusakan otak, membantu produksi sel darah merah, dan pertumbuhan plasenta pada janin. Makanan yang mengandung asam folat adalah, brokoli, bayam, alpukat, pisang, dan masih banyak lagi.
  • Zat Besi : Saat hamil, kebutuhan zat besi akan meningkat. Hal ini terjadi karena selama masa kehamilan, volume darah meningkat hingga 30%, sehingga perlu lebih banyak zat besi untuk membentuk hemoglobin. Selain itu, pertumbuhan janin dan plasenta yang sangat cepat juga memerlukan banyak zat besi. Makanan yang mengandung banyak zat besi antara lain, daging merah, telur, tuna, bayam, brokoli, dan kedelai beserta olahannya.

Jadi, yang harus dilakukan diet saat hamil bukanlah bermaksud mengurangi berat badan, melainkan mengatur pola makan dengan sebaik mungkin agar penambahan berat badan selama kehamilan bisa ideal, tidak kurang ataupun malah berlebih. Nah, baru setelah melahirkan, bisa menjalani diet untuk menurunkan berat badan dan membentuk tubuh langsing ideal kembali dengan diet sehat.