Kenapa Diet Bisa Membuat Lapar dan Lemas?

Diet / February 11, 2019 / Panduan Diet

Beberapa waktu yang lalu, ada pertanyaan, “Saya diet dengan mengurangi nasi, kenapa saya jadi lemas?”.  Berikut ini adalah cara sederhana bagaimana membuat diet tanpa lapar dan lemas.

Beberapa waktu kemudian, ada beberapa pertanyaan lagi yang masuk. Karena banyak pertanyaan yang hampir sama, mungkin topik ini perlu kita ulas supaya kamu semua mengerti gambaran besarnya.

Ketika kita diet, tujuan kita apa? Pastinya adalah membakar lemak-kan?

Ada satu hal disini yang harus kamu pahami. Ketika kamu mengatakan ingin membakar lemak, itu berarti kamu mengatakan “gunakan lemak tubuh untuk mensuplai energi tubuh”.

Mengurangi konsumsi nasi atau karbohidrat sudah merupakan salah satu langkah yang tepat.

Tetapi pola pikir kita yang sering salah. Ketika kita mengurangi konsumsi nasi, padahal nasi adalah karbohidrat yang mana merupakan sumber energi utama untuk tubuh kita, tentunya tubuh kita akan berusaha mencari alternatif energi. Dalam kasus ini adalah lemak tubuh-kan.

Ketika sumber energi tubuh utama dikurangi, maka pasokan energi yang siap saji di tubuh kita akan berkurang, tentunya kita akan merasakan sedikit lemas.

Dan lemak adalah sumber energi cadangan dimana proses pembakarannya membutuhkan proses yang lebih panjang.

Proses yang panjang ini adalah perubahan dari lemak tubuh kamu, untuk diangkut, diubah menjadi energi dan sampai digunakan oleh tubuh, ini membutuhkan waktu yang lebih lama daripada proses perubahan energi dari nasi yang kita makan sampai diubah menjadi energi.

Kamu bisa memperhatikan contohnya ketika membandingkan orang berlari marathon 42km dan orang berlari cepat/sprint 100 meter.

Kenapa orang berlari cepat cuma 100 meter? Kenapa tidak ada perlombaan lari cepat 5km? Berlari cepat, membutuhkan energi cepat, dan energi itu diambil dari karbohidrat yang mana jumlahnya sangat sedikit di tubuh kita dan cepat habis.

Karbohidrat adalah energi instant yang bisa membuat kita berlari cepat tetapi dalam waktu yang pendek. Ketika seseorang berlari marathon, energi yang digunakan adalah dari lemak, maka dari itu kita lihat orang berlari marathon bisa lari sejauh dan selama itu tetapi larinya juga seperti joging, tidak secepat orang yang melakukan sprint 100 meter.

Perubahan sumber energi dari yang instan menjadi yang lambat ketika kita mengurangi nasi sewaktu diet inilah yang dirasakan oleh tubuh seperti lemas itu. Dan tentunya ini berakibat ke pola latihan kita yang tidak sekuat ketika kita tidak mengurangi konsumsi nasi. Sudah tahu kan bagaimana diet tanpa lapar dan lemas?