Gagal Pangkas Lemak di Perut? Ini Alasannya!

Diet / June 18, 2019 / Panduan Diet

Pangkas lemak di perut sebenarnya gampang-gampang susah. Intinya adalah dengan berlatih, diet, dan istirahat yang cukup. Tapi ternyata masih banyak yang gagal. Kenapa?

Ada beberapa aspek utama yang HARUS  dilakukan jika ingin mengurangi lemak di perut. Pertama adalah atur pola makan (diet), kedua olahraga, dan ketiga istirahat yang cukup.

Ketiga aspek tersebut sangat penting dilakukan guna memangkas kadar lemak berlebih dalam tubuhmu, terutama di area perut.

Meskipun demikian, ada beberapa orang yang mengaku sudah melakukan aspek tersebut tapi masih gagal mewujudkan goal fitnessnya, yaitu mengurangi lemak di perut.

Berikut ini 10 alasan kenapa kamu sering gagal dalam upaya pangkas lemak di perut.

1. Gagal Pangkas Lemak di Perut Karena Kurang Latihan

Ya, salah satu faktor kenapa gagal pangkas lemak di perut adalah latihan yang masih kurang. Seperti apa latihan yang kurang?

Yang dikatakan kurang di sini adalah latihan hanya 2-3 kali dalam seminggu, itupun intensitasnya cukup rendah.

Yang sering direkomendasikan agar pembakaran lemak tubuh optimal adalah dengan berlatih 4-5 kali dalam seminggu.
Semakin sering berlatih maka akan menjaga metabolisme tubuh tetap tinggi.

Artinya, tungku pembakaran lemak tubuh akan tetap menyala sehingga upaya untuk mengikis lemak berlebih akan tetap optimal.

Latihan kardio 2-3 kali dalam seminggu sepertinya masih belum cukup jika kamu lakukan dalam intensitas rendah.

Apabila ingin latihan kardio tersebut optimal, kamu bisa gunakan variasi latihan HIIT atau high intensity interval training.

2. Kurang Protein

Makronutrisi ini rasanya sudah tidak asing lagi bagimu.

Apapun goal fitnesnya, baik itu turunkan berat badan, menambah berat badan, atau menjaga badan ideal, konsumsi protein sangatlah penting.

Termasuk dalam hal ini adalah mengurangi kadar lemak berlebih dalam tubuh.

Ingat, protein merupakan makanan utama bagi otot.

Dan konsep pembakaran lemak adalah semakin banyak otot maka semakin tinggi pembakaran lemak yang terjadi.

Bukan hanya itu, protein juga berfungsi membuat tubuhmu kenyang lebih lama.

Ini berarti dapat membantumu mencegah makan berlebih, menambah sistem kekebalan tubuh, dan menjaga tingkat metabolisme tubuh.

So akan lebih baik jika kebutuhan protein harian selalu tercukupi.

Kamu bisa memenuhi asupan protein dari greek yogurt, dada ayam, daging tanpa lemak, putih telur, ikan, atau bila perlu tambahkan suplementasi Whey Protein.

3. Latihan yang Tidak Sempurna

Jika kamu berpikir bahwa repetisi yang tinggi selalu dapat membakar lemak dengan cepat, maka segera hindari opini tersebut.

Dan untuk mengurangi lemak di perut, ini sama halnya kamu harus mengurangi kadar lemak berlebih dalam tubuh secara keseluruhan.

Seperti yang ada pada poin kedua, semakin banyak otot maka semakin tinggi pembakaran lemak tubuh.

Untuk meningkatkan massa otot adalah dengan berlatih dengan beban yang optimal. Terutama dengan teknik latihan compound.

Latihan compound adalah latihan yang melibatkan banyak kelompok otot.

Latihan yang bisa kamu lakukan antara lain bench press, squats, pull ups, rows, atau shoulder press.

4. Sering Latihan Kardio Sehingga Gagal Pangkas Lemak di Perut

Jika sebelumnya latihan yang kurang membuat pembakaran lemak tubuh juga berkurang.

Ini juga berlaku jika kamu terlalu sering berlatih, terutama latihan kardio.

Semakin sering dan lama berlatih kardio dengan intensitas sedang, maka semakin kecil pembakaran lemak.

Latihan kardio memang cukup efektif untuk membantu pembakaran lemak tubuh dengan meningkatkan metabolisme tubuh.

Tapi jika kamu terlalu sering latihan kardio, dan selalu dengan durasi yang cukup lama dalam setiap sesinya, maka segera berhenti melakukannya.

Dalam beberapa artikel sebelumnya telah dikatakan, jika latihan kardio terlalu sering dan lama, justru dapat menyusutkan otot tubuhmu.

5. Makan yang Kurang

Ok, target kamu sekarang adalah pangkas lemak di perut.

Kemudian kamu berpikir cara terbaiknya adalah dengan mengurangi makan. Apakah cara ini berhasil?

Tentu berhasil, hanya saja keberhasilan tersebut sifatnya sementara dan ujungnya apa yang biasa disebut dengan diet yoyo, berat badan mudah naik kembali.

Menyiksa diri dengan berlapar-lapar justru bisa menjadi bumerang buatmu.

Defisit kalori memang diperlukan untuk memangkas lemak, namun tidak dengan cara berlebihan karena ini akan memperlambat metabolisme tubuh.

Kalori yang terlalu sedikit bisa membuat hormon yang bersifat merugikan bereaksi.

Yakni dengan menjaga kalori dan menyimpannya sebagai lemak.

Solusi terbaiknya adalah makan lebih sering namun dengan porsi lebih sedikit.

Makan lebih sering dimaksudkan untuk metabolisme tubuh tetap terjaga agar pembakaran lemak terus terjadi.

6. Makan yang Terlalu Bersih

Ini konsepnya sama dengan poin nomor lima, diet yang terlalu ketat sehingga selalu memilih menu makanan yang sangat ‘bersih’.

Yaitu dengan menghindari semua makanan yang mengandung gula atau lemak, padahal lemak juga masih kamu butuhkan sebagai sumber energi.

Solusinya adalah selalu berikan waktu untuk cheat day, makan apapun yang kamu inginkan.

Cara ini selain dapat meningkatkan metabolisme tubuh, juga dapat membantu mencegah dari kebosanan pada saat diet.

7. Latihan yang Terlalu Sering

Seperti kata pepatah, kurang adalah hal yang tidak baik, begitupun dengan yang berlebihan.

Latihan yang berlebihan juga dapat merusak program pangkas lemak di perut. Kenapa?

Latihan yang berlebih bisa membuat tubuhmu overtraining atau kelelahan.

Dan ini bisa menyebabkan proses recovery yang terlalu lama atau bahkan dapat menimbulkan cedera.

Jika tubuh sudah overtraining, kamu mungkin akan bosan untuk berlatih lagi. Padahal baru saja dimulai.

Kuncinya adalah lakukan semua dengan secukupnya.

Buatlah jadwal latihan, baik itu sesi maupun durasinya agar kamu mengetahui performa latihan.

8. Sering Gonta-Ganti Metode Diet

Jika browsing tentang diet, maka kamu akan menemukan banyak jenis diet yang bisa dilakukan.

Kemudian kamu pilih diet A. Baru seminggu berjalan kamu tidak puas dengan hasilnya kemudian berganti ke diet B. Begitu seterusnya..

Ini tidak akan membantumu berhasil sepenuhnya.

Pangkas lemak di perut memang membutuhkan usaha dan proses.

Tips terbaiknya adalah pilih salah satu metode diet, yang sehat untuk kamu pastinya.

Kemudian pantau perkembangan dalam tubuh, bukan seminggu, tapi lebih.

Bisa dalam beberapa bulan. Karena waktu seminggu belum dapat dijadikan acuan keberhasilan dalam sebuah diet.

9. Meninggalkan Karbohidrat Serendah Mungkin

Apakah dengan menghapus karbohidrat dalam menu diet bisa pangkas lemak di perut? Jawabannya adalah belum tentu.

Karena justru jika kamu mengurangi asupan karbohidrat secara drastis, tubuh bisa kekurangan tenaga.

Padahal tenaga yang besar sangat kamu butuhkan ketika sebelum, selama, dan setelah latihan.

Jika kamu sedang diet tinggi protein rendah karbohidrat, maka sebaiknya konsumsi karbohidrat sebelum dan setelah latihan.

Ini tentu saja agar latihan tetap optimal tanpa kekurangan energi.

Bila energi tubuhmu kurang, latihan juga tidak akan maksimal untuk pembentukan otot.

10. Menghilangkan Lemak dari Menu Diet

Lemak, apa yang terlintas dalam pikiranmu ketika ingin mulai diet?

Yes, pasti kebanyakan (meski tidak semuanya) akan berpikir untuk mengurangi lemak dalam menu dietnya.

Padahal, lemak masih sangat kamu butuhkan meskipun tujuannya adalah untuk memangkas kadar lemak berlebih.

Lemak adalah salah satu makronutrisi selain protein dan karbohidrat.

Manfaat dari lemak adalah mengatur kadar hormon, terutama hormon pertumbuhan, menjaga energi tubuh, serta memelihara tingkat metabolisme tubuhmu.

Lemak juga berperan penting menjaga tubuhmu tetap kenyang dalam waktu cukup lama jika dikombinasikan dengan konsumsi protein yang cukup.

Hanya saja, kamu harus lebih bijak dalam memilih makanan yang mengandung lemak.

Pilih lemak sehat seperti alpukat, selai kacang, kacang-kacangan, minyak zaitun, atau minyak ikan.

Sekali lagi, menghilangkan lemak yang merupakan makronutrisi dalam diet adalah cara yang kurang bijak untuk bantu pangkas lemak di perut.