Apakah Kenyang Itu Penyebab Gemuk di Perut?

Diet / February 5, 2019 / Panduan Diet

Kalau makan kenyang jadi penyebab gemuk di perut, berarti kita tidak boleh makan sampai kenyang kalau ingin kurus. Apakah Anda akan mempercayainya?

Hal itulah yang dipercayai hampir semua orang saat ini.

Bahkan ada yang sampai berusaha sebisa mungkin menahan rasa lapar demi tubuh yang lebih langsing.

Tidak jarang ada yang sampai maagnya sakit.

Beberapa orang bertanya, “Diet yang bener gimana sih, saya punya sakit maag soalnya”.

Nah pertanyaan seperti itu, tentunya berlandaskan pemikiran bahwa berlapar-lapar adalah jawaban dari doa mereka akan tubuh ideal.

Sedangkan sakit maag adalah hambatan yang sering mereka temui. Coba kita analisa lebih detail tentang fenomena ini.

Lapar adalah suatu kondisi yang dapat disebabkan oleh tiga hal, yaitu:

Gula darah yang tersimpan di hati sudah menipis

Sehingga tubuh merasa pasokan energi sudah mulai habis dan itu adalah keadaan bahaya.

Contoh kondisi ini adalah rasa pusing ketika kita lapar (tidak semua orang merasa pusing), tetapi kondisi ini bisa dibereskan dengan memakan sesuatu yang manis.

Mengonsumsi permen manis misalnya, akan membantu menghilangkan rasa lapar ini. Permen yang manis adalah jenis makanan berglikemik index tinggi yang akan diserap oleh tubuh dengan sangat cepat, sehingga rasa lapar akan hilang.

Tetapi cara ini hanya akan menahan rasa lapar secara sementara dan dalam jangka pendek saja.

Tetapi perlu diketahui, bagi yang mau memakai cara ini, pastikan cara ini hanya untuk kondisi darurat saja, sebaiknya Anda makan normal.

Selain itu, permen manis berbeda dengan cokelat. Kalau Anda berada dalam kondisi ini, kemudian asam lambung meningkat dan mulai merasa mual, sebaiknya hindari permen coklat, karena coklat mengandung kafein yang cukup berbahaya bagi lambung yang sensitif.

Lambung yang kosong akan membuat kita merasa lapar

Kondisi yang paling umum adalah ketika kita sarapan dengan jenis yang berbeda, maka kecepatan kita mulai merasa lapar lagi akan berbeda.

Contohnya adalah ketika Anda makan oatmeal sebagai sarapan Anda. Oatmeal dicerna tubuh dengan cepat, sehingga perut kita akan lebih cepat kosong, dibandingkan apabila sarapan kita adalah omelet telur yang digoreng menggunakan canola oil.

Lemak dan protein lebih lambat dicerna daripada karbohidrat dari oatmeal, sehingga cara ini akan membuat Anda akan lebih lama merasa kenyang.

100 kalori dari karbohidrat dibandingkan 100 kalori dari protein atau lemak, maka karbohidrat akan membuat Anda merasa lapar lebih cepat dan membuat Anda ingin makan lagi dalam waktu yang pendek.

Rangsangan bisa jadi penyebab gemuk di perut

Kondisi yang satu ini sebaiknya dihindari kalau Anda ingin mengurangi nafsu makan dengan tujuan fat loss

Jadi apakah kenyang itu penyebab gemuk di perut?

Selama kita mengerti proses di atas, dan cara membuat kita tetap kenyang, maka kenyang tidak akan menggemukkan.

Dan untuk mengurangi berat badan, kita harus membuat lambung kita penuh terus dengan cara makan setiap 3-4 jam sekali.

Cara itu akan membuat kita tidak merasa lapar (contoh point no 2). Dan ketika lambung penuh, maka tubuh kita juga akan membakar kalori yang diperlukan dalam proses pencernaan, suatu benefit yang cukup penting.

Berlapar-lapar apalagi sampai maag kita sakit, bukan solusi yang tepat untuk menurunkan berat badan bahkan bisa jadi penyebab gemuk di perut. Penurunan berat badan harus dilakukan secara sehat, bukan dengan cara menyiksa diri.