Mengapa Timbangan Bisa Berbohong?

Diet / June 28, 2019 / Panduan Diet

Bagi kamu yang pernah atau sedang menjalani diet, mungkin pernah mengalami ini. Kamu menimbang berat badan bahkan sampai 2 kali sehari. Mengapa timbangan bisa berbohong?

Banyak orang, terutama wanita, tidak dapat menahan untuk mengecek angka pada timbangan setiap hari.

Mereka naik ke atas timbangan tepat setelah mereka bangun dan melakukannya lagi setelah sampai di rumah sepulang kerja. Atau malah setiap setelah makan dan setelah berolahraga.

Bisa dibilang, tiada hari tanpa timbangan.

Apakah kamu juga melakukannya? Jika ya, kamu harus membiasakan diri dengan beberapa hal yang bisa mempengaruhi cara membaca angka-angka tersebut. Setelah memahami mekanisme ini, kamu dapat membebaskan diri dari pertempuran harian dengan timbangan.

Angka Timbangan Bisa ‘Berbohong’ dan Komposisi Tubuh

Hal pertama yang harus dipahami, air menyita sekitar 60-70% dari total massa tubuh.

Dua faktor yang mempengaruhi penyimpanan air adalah konsumsi air dan asupan garam.

Kelebihan garam (sodium) memainkan peran yang besar dalam jumlah penyimpanan air. Kandungan garam sangat tinggi pada keripik asin, biskuit dan makanan ringan lain.

Akan tetapi, makanan yang mengandung banyak sodium tidak selalu memiliki rasa asin. Semakin lanjut proses pengolahan makanan, maka semakin besar kemungkinannya mengandung sodium tinggi.

Oleh karena itu, lebih baik memilih bahan makanan dasar yang tidak terproses seperti buah-buahan segar, sayuran, daging tanpa lemak, kacang-kacangan dan gandum.

Makan banyak makanan sebelum melangkah ke atas timbangan sama seperti menempatkan setumpuk batu dalam saku.

Tambahan berat 1 kg yang diperoleh tepat setelah makan besar bukanlah lemak, melainkan berat makanan dan minuman yang baru masuk ke tubuhmu.

Untuk menyimpan 0,5 kg lemak ke dalam tubuh setidaknya diperlukan setidaknya 3.500 kalori. Jadi, ketika timbangan naik 1-2 kg dalam satu malam, jangan khawatir, kemungkinan berat tersebut merupakan air dan berat makanan yang kamu konsumsi.

Tapi, perlu diingat bahwa aturan 3.500 kalori juga bekerja sebaliknya.

Untuk menurunkan 0,5 kg lemak, kamu perlu membakar 3.500 kalori lebih dari yang kamu konsumsi. Umumnya, kamu bisa menghilangkan 0,5 – 1 kg lemak per minggu.

Bila berat badan turun sampai dengan 5 kg dalam 7 hari, secara fisik tidak mungkin semua itu hanya terdiri dari lemak. Kemungkinan yang hilang termasuk kandungan air juga beberapa massa otot.

Bagaimana Menyikapi Angka di Timbangan Ini?

Dengan mengetahui hal di atas, maka sekarang saatnya mengubah cara pandang dan perilaku terhadap angka pada timbangan.

Timbangan bisa berbohong? Ya, tapi ini juga bergantung kamu.

Timbangan tidak hanya menimbang berat lemak, tetapi juga otot, tulang, cairan (darah), organ dalam tubuh, rambut, bahkan kuku jari. Permasalahan dari timbangan adalah karena tidak bisa memisahkan antar masing-masing tersebut.

Pada kenyataannya, timbangan tidak dapat membedakan antara lemak dan berat. Selain itu juga tidak memberitahu berapa berat otot dan lemak dari jumlah total berat tubuh.

Oleh karenanya, ketika “berat badan” berkurang, tidak selalu berarti hanya lemak yang berhasil kamu hilangkan.

Nyatanya, timbangan bisa berbohong karena tidak memiliki cara untuk memberitahumu apa yang telah berhasil kamu hilangkan (atau justru tambahkan).

Jika yang kamu kurangi adalah otot, maka itu pertanda tidak baik.

Otot merupakan jaringan metabolisme aktif. Semakin banyak otot yang dimiliki, semakin banyak pula kalori yang tubuh akan bakar.

Bahkan jika kamu hanya duduk dan sedang tidak melakukan olahraga apapun.

Jadi, mulai sekarang, jangan terpaku pada angka di timbangan karena timbangan bisa berbohong. Yang penting adalah pantau asupan kalori harian dan jangan lupa untuk tetap berolahraga.